Category: Berwisata di Monaco


Karena kemakmuran dan popularitasnya, Montecarlo kadang-kadang dipahami secara salah sebagai ibu kota dari negara kerajaan Monaco. Jujur saja, saya pun begitu sebelumnya. Tidak terpikirkan jika mereka adalah satu kesatuan dalam negara Perancis. Tapi rada bingung juga nih, kata orang lagi Monte Carlo itu sama halnya dengan Vatican. Dia disebut sebagai the second smallest independent state in the world setelah Vatican. Nah loh!!!

Montecarlo:

Populasi kota Monte Carlo sendiri diperkirakan tidak begitu banyak, sekitar 3000-3500 penduduk. Seperti yang sudah kita ketahui, Monte Carlo sangat terkenal berkat bisnis casino, perjudian, hal-hal berbau glamour, serta disini kita bisa melihat orang-orang terkenal (swear..!!). Kota Monte Carlo sendiri bukan hanya pusat kotanya saja tapi sudah termasuk bagian seperti Larvotto, Saint Michael, dan Saint Roman.


Monaco mungkin satu-satunya negara di dunia yang tak memiliki masalah lingkungan. Mulai dari situs CIA hingga ke catatan PBB, negara ini tak terdokumentasikan bermasalah dengan polusi apapun. Bahkan asap knalpot pun tak tercium disini. Meski dengan GDP perkapita US $ 30 ribu, penduduk negara Grimaldi tersebut dijamin mampu memiliki kendaraan pribadi.

Jalan-jalan di Monte Carlo, Monaco memang mulus tanpa retakan sedikit pun. Namun tetap saja jarang mobil terlihat di sana. Bahkan dalam jam-jam sibuk sekalipun, penduduknya terlihat lebih senang berjalan kaki. Mengikis jejak emisi karbon yang biasanya banyak dihasilkan dari kendaraan bermotor di kota-kota dunia. Para pejalan kaki memang dimanja disini.

Monaco telah lama dikenal sebagai negara Eropa yang pro lingkungan. Tata kota dengan jalan sempit berkelok diimbuhi tata kota yang apik, membuat penduduknya lebih senang berjalan kaki. Berbanding terbalik dengan biaya hidup yang tinggi, tarif transportasi umum Monaco justru murah. Hanya dengan 1 Euro saya sudah dapat berkeliling negara ini bahkan menyeberang ke Nice, Prancis.Kenyamanan ini berasal dari kebijakan Pemerintah Monaco memberikan subsidi tinggi pada tarif angkutan umum. Hasilnya terlihat pada 2007, saat jumlah pengguna transport umum negara itu meningkat hingga 20 %.

Kebijakan pro lingkungan Monaco juga berlaku lewat peraturan Haute Qualite Environnementale alias Kualitas Tinggi Lingkungan Hidup. Kebijakan ini mengharuskan setiap bangunan di Monaco menghemat 10 persen dari energi yang digunakan. Penghematan ini dihitung terutama lewat pemakaian energi listrik dan konsumsi air. Contoh paling nyata terlihat lewat Gedung Forum Grimaldi tempat konferensi UNEP diselenggarakan. Semua keran air disini bersifat otomatis, yang langsung berhenti saat tangan diangkat dari wastafel. Manajemen antisipasi bencana juga terlihat lewat infrastruktur yang menguatkan tembok-tembok batu karang di seluruh Monaco.

Secara sejarah, Monaco yang dikuasai Dinasti Grimaldi memang dekat dengan isu penyelamatan lingkungan. Pangeran Albert I terkenal aktif dalam pencegahan penangkapan ikan berlebih. Sementara Pangeran Albert II yang kini berkuasa kerap mengunjungi Kutub Utara guna mengecek langsung dampak pemanasan global. Kesadaran lingkungan berpadu dengan kekuatan dana, telah membuat udara, air dan tanah Monaco hampir sebersih hutan perawan.

Well, yang musti dilakukan kalau bertandang ke kota berbendera merah-putih ini (sama seperti warna bendera kita), adalah:

- Pastikan untuk bisa nyelonong ke Casino de Paris (Grand Casino) di gedung Place du Casino. Arsitektur dan dekorasi bagian dalamnya dasyat abis ! Syaratnya umur harus diatas 18 tahun,dan casino ini buka jam 2.00 pagi teng. Trus, dilarang pakai jacket dan ngga boleh buat foto. Pokoke masuk aja walau ngga ada niat buat gambling. Hitung-hitung liat suasananya juga ketimbang cuma liat di TV doang kan ?? PLUS Banyak perempuan cuantikk….

- Pagi-pagi datanglah ke Palais du Prince (Prince Place). Berada di kawasan kota tua, setelah puas liat bangunan yang indah tertimpah cahaya matahari pagi, kita bisa liat proses pergantian penjaga istana atau istilahnya Carabiniers pada jam 12 siang.

- Mau lihat lebih dari 4000 jenis ikan tanpa nyemplung ke dasar laut ? Singgalah ke Oceanographic Museum and Aquarium. Tempat yang sangat bagus buat kita untuk lebih tau fauna air, mulai dari yang kecil-kecil, tuna, dan ada piranha. Mas Tukul pasti ada..hehehe…

- Jardin Exotique (Exotic Gardens). Mampir kesini will make you blue !

Eit…t..jangan ngeras dulu,Bos. Ini adalah taman yang menampilkan berbagai jenis bunga dari seluruh pelosok bumi. Letaknya di ketinggian sehingga kita bisa menikmati indahnya tanaman-tanaman dengan view kota juga tepi pantainya yang ada di bawah. Blue !

- Mau taman yang ada tebing-tebingnya ? Nah, ke Saint Martin aja. Tempat ini punya venue yang bagus untuk liat cliff-side garden yang menawan. Nah tempat ini sudah dekat sama Catedral Monaco. Bisa masuk untuk liat interior bangunan yang dibangun akhir abad 19 ini.

- Berhubung Monte Carlo sangat populer dengan wisata pantainya, maka keterlaluan kalau Bos berada jauh-jauh dari laut. Pelototi berjenis-jenis kapal pesiar mewah dengan design serta karakternya yang bikin diri melamun jadi jutawan !

- Kalau lagi ada perhelatan seperti balap F-1, pastikan dapat tempat yang pas buat mengamati seruhnya lomba kejar-mengejar mobil itu. Tempat yang lebih tinggi, lebih baik.

Cannes:

Mendengar nama kota berjulukan “Côte d’Azur” ini serta merta akan membuatku membayangkan anggunnya langkah-langkah para bintang film, kiblatan cahaya ratusan ribu kamera, penghargaan film bermutu, dan….indahnya kota tepi pantai.

Sebagai focal point for festivals throughout the world and a cultural melting pot, Cannes dengan senyum dan tangan terbuka menyambut anda. Orang-orang sudah lama jatuh cinta pada kota ini dengan vibrant, colourful town and its peaceful way of life. Mulai dari bangsa Roma, Napoleon, Cocteau dan banyak lagi yang lainnya. Mereka menyangjungnya dengan menyebut: ‘bahkan dalam mimpi pun anda tak mampu mendapati kota seindah surga seperti Cannes ini.’

150 tahun yang lampau Cannes hanyalah sebuah kampung nelayan yang tak penting dibahas. Kala itu nama kampung ini belumlah Cannes tapi Canua, yang merujuk pada sejenis rumput liar. Dalam bahasa Occitan : Canas. Namun menjelang abad 20, tempat ini bermunculan hotel serta penginapan mewah, sebut saja nama dua diantaranya, Miramar dan Martinez.

Gambar atas:Hotel Martinez dan gambar bawah: Hotel Miramar.

Kota ini kemudian semakin berkembang dengan ditambahkan sarana publik lainnya seperti sports center, jalur jalan, dana lain-lain yang mennyebabkan kota ini kemudian menjadi tempat peristirahatan yang pas bagi tentara Perancis setelah Perang Dunia I. menyusul menjadi tempat relaksasi bagi mereka yang sebelumnya terlibat dalam perang seperti tentara Jerman, Inggris, lalu kemudian Amerika. Kunjungan demi kunjungan pun meramaikan daerah ini. Dari musim ke musim, winter, summer, autumm, spring. Dan konstruksi-konstruksi gedung penghilang stress serta mesin duit seperti casino pun dibangun di sekitar Palm Beach.

Lalu tentang Festival Film Cannes?

Membahas Cannes tanpa menyinggung perihal Festival Film rasanya lebih baik tak perlu menyebut Cannes sama sekali!

(foto :Theatre Claude deBussy, tempat Festival Film).

Dimulai tahun 1939, Festival Film Cannes merupakan salah satu festival film paling prestisius di dunia. Ia menjadi sejarah dan nadi Cannes. Selama 2 minggu penuh kota ini menjadi sorotan dan kampung para great filmmakers. Selama periode ini tema yang paling dibicarakan adalah film, film, dan film. Disini hadir bukan hanya superstar Hollywood tapi para penggiat indenpendent film pun jumlahnya sama banyak. Festival Film Cannes bahkan disebut-sebut sebagai granddaddy of all film festivals”.

Datang ke Cannes pada bulan Mei, adalah saat yang tepat tetapi juga akan mencengangkan anda. Ya, karena pada bulan Mei lah perhelatan Festival Film itu berlangsung. Jangan kaget kalau sesuatu yang sebelumnya tanpa harga, tiba-tiba jadi punya nilai. Ini contohnya : di Hotel Cartlon Nice akan dikutip tarif lebih dari US$30 satu jam hanya untuk nongkrong di kursi pantai ! Emang rada susah dapat lokasi yang bagus tapi tanpa kena biaya pada bulan Mei ini.

Meskipun di sekitar pantai Croisette, bisa menikmati pantai berpasir putih dan bermain-main air, atau duduk-duduk menikmati matahari, tapi kita bakal agak puyeng karena daerah ini dipadati oleh pengunjung. Tapi Croisette bisa jadi incaran anda, ibarat paparazi atau seolah salah satu groupies, kita bisa hilir musik disini memata-matai para selebritis dunia, karena Croisette punya sejumlah cafe yang diminati selebritis.

Apakah Festival di Cannes cuma itu?Ngga!!!!! Ada juga beberapa yang ngga kalah seru.

Yakni :

Cannes Lions International Advertising Festival, dibilang sebagai satu-satunya perhelatan bagi kaum kreatif dunia periklanan. Tercatat lebih dari 10.000 delegasi dari 85 negara yang berpartisipasi disini tiap tahun. Dalam festival ini kita bisa menyaksikan lebih dari 28.000 karya iklan kreatif, bisa joinan di lebih dari 50 seminar tentang advertising, dan 25 workshop. So, bagi anda yang tertarik, berbakat, dan merasa hidup anda pantes mati-matian di bidang periklanan, Cannes sudah menunggu, Bos!!! (http://www.canneslions.com).

Carnival on the Riviera, atau dalam bahasa Perancisnya ‘Mardi Gras’ merupakan gelaran karnaval keliling kota. Dibuat untuk menyambut masa Pra- Paskah (Kristen). Banyak tampilan lucu dan unik di acara ini. Biasa diadakan kitaran bulan Februari atau Maret, menurut penanggalan liturgi gereja. Dalam edisi Inggris dibilang Shrove Tuesday atau lucunya diterjemahkan: Selasa Gemuk hahahaha……

The International Festival of Games, diadakan di bulan Februari, event dimana kita bisa menonton atau bahkan berpartisipasi dalam adu otak serta ketelitian semisal bermain kartu, belote, backgammon, catur, draughts, tarot dan permainan otak lainnya.

Festival de la Plaisance (www.salonnautiquecannes.com), adalah pameran/ show kapal-kapal pesiar. Bertempat di Vieux Port, yang paling antusias disini tentu saja para jutawan serta keluarganya. Berbagai perusahaan kapal pesiar mewah memarkir karya mereka disini. Moment ini pun digunakan sebagai ajang perniagaan, jual – beli kapal pesiar. Anda akan geleng-geleng kepala jika melongok satu persatu kapal yang dihadirkan disini.

Kendati berwisata disini agak menuntut biaya, kota kecil Cannes yang menyala saat festival film digelar atau Monte Carlo yang eksotis, bukanlah berat untuk ‘ditaklukkan’. Setujuh ?

Sejarahnya:Monte Carlo Casino – atau hanya “Le Casino” – tidak diragukan lagi pusat dari Monte Carlo yang reputasi untuk gaya, glamour dan mata air perjudian tinggi-rolling. It’s ini kasino yang membentuk pengaturan untuk novel Bond pertama Ian Fleming, Casino Royale.
Monte Carlo Casino dibangun pada 1863 oleh Charles Garnier, arsitek juga bertanggung jawab atas rumah Opera Paris dan, di Monte Carlo, yang Hôtel de Paris. Dibangun dalam gaya Baroque dan menghadap ke Mediterania, Monte Carlo Casino memiliki peran besar dalam mengubah status Monako – sekali negara Eropa termiskin – ke dalam suatu tujuan utama bagi masyarakat yang tinggi. kamar game Seperti halnya, rumah-rumah kompleks Grand Théâtre de Monte Carlo, sebuah rumah opera dan balet, dan markas besar Balet de Monte Carlo. Hal ini juga termasuk restoran Le Train Bleu, nama untuk link-kereta api terkenal di seluruh kelas yang sangat meningkat nasib kasino itu. Taman-taman indah di belakang kasino termasuk teras dari mana Anda dapat melihat Bordighera di Italia.
Atrium dari Monte Carlo Casino yang diaspal di marmer dan dikelilingi oleh 28 kolom onyx dalam gaya Yunani. Dari atrium, Anda pindah ke Garnier Salle, yang merupakan auditorium Monte Carlo Opera House.Pada tahun 1854 perjudian disahkan oleh Pangeran Florestan I. kasino pertama dibuka pada 1856 di sebuah vila di dekat pelabuhan. Pangeran Charles Ketiga memerintahkan pembangunan seperempat baru bernama Monte Carlo. Sebuah kasino baru juga bagian dari rencana ini. Pembangunan gedung saat ini dimulai pada tahun 1858. Untuk membuat kasino lebih sukses konsesi 50-tahun untuk mengoperasikan kamar game yang diberikan kepada individu swasta bernama François Blanc Dalam 1861. Fasilitas baru dibuka pada 1863.
Sejak 1898 konsesi telah dioperasikan oleh Société des Bains de Mer. Pada tahun 1910 bangunan itu diperluas dengan teater.
Perpecahan Bank:
* Pada tahun 1873, Joseph Jagger diperoleh kasino publisitas besar dengan “melanggar bank di Monte Carlo” oleh menemukan dan memanfaatkan bias di salah satu roda roulette kasino itu. Secara teknis, bank dalam pengertian ini adalah uang yang dipegang di atas meja dengan bandar itu. Menurut sebuah artikel di The Times di akhir abad 19, hal demikian mungkin untuk istirahat bank beberapa kali. Lagu Man 1892 bahwa Broke Bank di Monte Carlo, dibuat terkenal oleh Charles Coburns, mungkin terinspirasi oleh eksploitasi Charles Wells, yang melanggar bank pada banyak kesempatan pada dua pertama dari tiga perjalanan.
* Menurut buku Busting Vegas oleh Ben Mezrich, tim pemain selikuran direkrut dari Massachusetts Institute of Technology oleh tim-pemimpin Victor Cassius berusaha untuk memecahkan bank di Monte Carlo dengan bantuan tim-sistem berbasis bermain. Buku ini menjelaskan bagaimana pengelolaan Monte Carlo menanggapi kemajuan tim, yang anggotanya termasuk Semyon Dukach dan lain-lain yang disebutkan oleh alias.

Pendaftaran dan Cara Berpakaian Di kasino Ini:
Kasino terbuka setiap hari sepanjang tahun. Anda harus berusia setidaknya 18 tahun untuk masuk.

Hal ini ilegal bagi warga negara Monako – atau Monégasques – untuk memasukkan kasino, dan Anda perlu menunjukkan paspor Anda untuk mendapatkan entri.

Cara berpakaian ketat diberlakukan di kasino Monte Carlo:laki-laki diharuskan memakai jas dan dasi, dan tidak ada celana pendek diizinkan untuk perempuan.

Kasino fitur ruangan Eropa (Salon Européens atau salon ordinaire) dan Kamar Swasta (Salon Privés), yang kaya dihiasi dengan lukisan dinding, pahatan relief, jendela kaca patri, lukisan dan patung.

Para Kamar Eropa meliputi mesin slot, yang tersedia untuk bermain dari 14:00 pada hari kerja dan setelah 12 siang pada hari Sabtu dan Minggu. Roulette dan Trente et quarante permainan yang dimainkan siang setelah setiap hari. Biaya masuk adalah € 10.Berdampingan dengan ruangan Eropa adalah Pink Salon bar, langit-langit yang menampilkan wanita telanjang rokok merokok.Para Kamar swasta menawarkan rolet Eropa, rolet Inggris, Trente et quarante, Chemin de fer, blackjack, craps dan Banco Punto. Dari bulan November sampai Mei, bermain dimulai pada 15:00, dan dari bulan Juni hingga Oktober, bermain dimulai pada 16:00 di hari kerja atau 3:00 pada akhir pekan. Punto Banco dimainkan hanya setelah 22:00. Biaya masuk adalah € 20.Klub Inggris fitur blackjack dan roulette Inggris setelah 22:00.Kasino juga mencakup sebuah ruangan khusus untuk pemain game poker rolling tinggi.

Berlibur di Monako?Wow!” Komentar penuh rasa kagum ini diucapkan spontan petugas imigrasi Bandara Schipol, Belanda, ketika memeriksa paspor saya. Monako, kawasan sempit seluas 70 hektare di pinggir Laut Tengah itu memang penuh pesona. Akibat sempitnya wilayah, tak lebih luas dari kawasan Senayan, Jakarta, untuk datang ke sana, wisatawan harus terbang lewat Nice, Perancis. Artinya, mendarat di negara tetangga. Monaco memang bukan Perancis, tetapi sebuah kerajaan berdaulat dengan bendera, pemerintahan, dan juga punya paspor sendiri.

Monegasque, sebutan untuk warga negara Monaco, jumlahnya hanya sekitar 5.000 orang. Namun, yang ikut menetap di negara ini diperkirakan lebih dari 30.000 orang. “Artinya, terdapat 25.000 penduduk musiman, orang-orang kaya dari seluruh penjuru dunia, yang tinggal di sini untuk menghindari tagihan pajak di negaranya,” kata Michelle, pemandu wisata yang saya sangka bintang film, sewaktu menjemput ke Bandara Nice.

Negara terkecil di dunia setelah Vatikan ini terletak di tebing berbatu-batu dan praktis tidak ada yang bisa ditawarkan, selain pemandangan indah serta iklim hangat Mediteranian. Orang asing selalu dipikat agar terus-menerus datang melalui jaminan keamanan dan izin boleh berbisnis apa saja. Segala kemudahan tersebut menjadikan biaya hidup di Monaco sangat mahal, tetapi punya tambahan pemikat. Sepanjang tahun tersusun rapi beragam agenda kegiatan; sejak balap mobil Fomula 1 sampai pertandingan tenis master dunia, dari penghargaan pengusaha terbaik sedunia, hingga lomba kapal pesiar.

Monako, yang terbagi dalam dua wilayah, Monte Carlo dan The Rock, tampil bagaikan sebuah negeri dongeng, sesudah Pangeran Rainier III tahun 1956 menikah dengan Grace Kelly, bintang cantik asal Hollywood. Semua unsur dongeng terpenuhi, kerajaan indah di tepi pantai, permaisuri cantik, raja kaya raya, dan pesta mewah sepanjang waktu.

Pernikahan mereka membuahkan tiga anak: Caroline, Albert, dan Stephanie. Tahun 1982 Putri Grace meninggal, mobilnya jatuh ke jurang. Nyatanya, pesona Monako sudah terbentuk dan wisatawan terus membanjir berkunjung ke Taman Mawar, yang khusus dibangun untuk mengenang Putri Grace, atau berziarah ke makamnya di dalam katedral. Pangeran Rainier yang tahun lalu tutup usia dan posisinya sekarang telah digantikan oleh Pangeran Albert Grimaldi pernah mengaku, “Saya memimpin Monaco seperti mengelola perusahaan, semua kegiatan dan segala sektor harus bisa menghasilkan…”

Hasilnya mengejutkan. Semisal kawasan yang kini bemama Fontvieille; penuh bangunan, stadion, dan pelabuhan kapal pesiar. Tahun 1972 Fonivieille hanya laut dangkal yang kemudian dikeringkan, dan Rainier bisa memperluas seperdelapan daratan Monaco menjadi tambahan wilayahnya. Keberhasilan tersebut kini dilanjutkan lewat proyek reklamasi Fontvieille II.

Pendapatan utama Monaco berasal dari sektor pariwisata. Ketika wisatawan datang berduyun-duyun, mereka tanpa sadar ikut memberi sumbangan banyak sekali, sejak membayar sewa hotel berikut beragam pengeluaran tambahan, yang semua harganya selalu selangit. Jangan heran, setiap pengelola tur rohani Roma-Lourdes atau wisatawan dengan tawaran paket perjalanan darat rute Paris-Roma, pasti hanya singgah makan siang di Monaco. Kalau pakai bermalam, harga paketnya menjadi sangat mahal, dan tidak semua wisatawan akan mampu membayar.

Tidak pernah disebutkan tetapi adalah kenyataan, sebagian besar wisatawan datang ke Monako untuk berjudi, yang secara resmi memang diizinkan. Berbeda dengan kasino di tempat lain, di sini pengunjung tidak boleh datang sembarangan. Semua penjudi harus serapi James Bond dengan cewek-ceweknya, seperti tampak pada film Casino Royale. Semua rapi, wangi, dan yang pasti, membawa banyak uang, sebab ada batas minimum untuk bisa ikut mendekat ke meja judi.

Warna bendera Monaco persis Indonesia, merah-putih. Karena itu, kalau melihat puluhan bendera dikibarkan, umbul-umbul dipasang di tepi jalan, lengkap dengan spanduk raksasa yang semuanya pakai warna merah-putih, jangan merasa bahwa kehadiran kita di Monaco memperoleh perlakuan VIIP. Lalu, mengapa harus beberapa malam menginap di Monaco kalau memang tidak senang judi?

Jangan khawatir, tersedia akuarium raksasa dengan koleksi segala macam ikan sejak dari kutub sampai perairan tropika. Sepanjang waktu ada beragam konser musik, aneka macam olahraga, dan rumah makan dengan sajian menu nikmat dari seluruh dunia. Michelle menambahkan, “Bahkan, sekadar pengalaman menunggu senja turun di pantai Monte Carlo saja, tidak bisa tertandingi. Harus dilakukan berulang-ulang karena setiap hari suasana selalu berbeda..”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.